Medina's Blog: Keperawatan Religion Medina

Moslem Nurse? Yes, I am.

Peran Perawat dalam Bimbingan Ibadah bagi Pasien

Seorang perawat profesional harus mampu memberikan asuhan keperawatan dan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan KDM, yang meliputi kebutuhan biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual. Kebutuhan spiritual, termasuk beribadah, merupakan salah satu kebutuhan pasien yang paling fundamental. Walaupun fundamental, tidak menutup kemungkinan kebutuhan tersebut tidak terpenuhi. Alasannya klise, banyak pasien yang tidak mengerti cara beribadah ketika sedang sakit, ada pula yang merasa tidak perlu beribadah karena sedang sakit.

Seorang perawat Muslim harus mengetahui bagaimana cara beribadah ketika sedang sakit, dan harus mampu mengajarkannya kepada pasien. Perawat harus mampu membimbing pasien untuk bertayamum, sholat, membaca Al-Qur’an, berdzikir dan berdoa, serta jenis ibadah lainnya.

Sebelum membimbing pasien untuk beribadah, terlebih dahulu perawat harus mampu mendoakan pasiennya. Hal ini sesuai dengan Islam yang menganjurkan kita untuk mendoakan orang yang sakit ketika kita menjenguknya.

Dari Aisyah ra. mengatakan bahwa: ketika Nabi Muhammad SAW menjenguk sebagian dari keluarganya yang sakit, Beliau mengusapkan dengan tangannya yang kanan sambil berdoa:

Doa Menjenguk Orang Sakit

Allaahumma rabbannaasi adzhibil ba’sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa-a illaa syifaauka syifaa-an laa yughaadiru saqaman.

Artinya:

Ya Allah, Ya Tuhan yang menguasai manusia, hilangkanlah kesakitan padanya dan sembuhkanlah. Engkaulah pemberi kesembuhan, yang tidak ada yang dapat menyembuhkan kecuali dengan penyembuhan Engkau, satu penyembuhan yang tidak diiringi oleh kesakitan. (HR. Bukhari – Muslim)

Doa ini merupakan wujud pasrah kepada Allah yaitu dengan memohon kepada Allah untuk menyembuhkan penyakit, bahwa tidak ada kesembuhan selain dengan kekuasan Allah.

Membimbing Pasien untuk Berwudhu/Bertayamum

Sebelum beribadah, hendaknya perawat membimbing pasien untuk berwudhu atau bertayamum karena kedua hal tersebut merupakan cara untuk bersuci. Jika pasien tidak mampu berwudhu karena keadaan yang tidak memungkinkan, pasien boleh bertayamum. Hal ini sebagaimana tercantum di Surah Al-Maidah [5]: 6 yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Tata cara bertayamum sesuai dengan yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dijelaskan dalam hadits ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu:

Hadits tentang Cara Tayamum

Artinya:

Rasullah SAW mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudiana ku ceritakan hal tersebut kepada Nabi SAW. Lantas Beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini.” Kemudian Beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian Beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu Beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. (HR. Bukhari No. 347, Muslim No. 368)

Dalam salah satu hadits riwayat Bukhari, yang artinya “Dan Beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan.”

Berdasarkan kedua hadits tersebut, dapat disimpulkan cara bertayamum Nabi SAW adalah sebagai berikut (sebelumnya, melafadzkan niat yaitu “Nawaitut-tayammuma listibaahatis-sholaati fardhuu lillahi ta’aalaa”).

  • Menepukkan telapak tangan ke debu atau tanah yang baik sekali tepukan
  • Mengusap wajah
  • Menepukkan telapak tangan ke debu sekali lagi
  • Mengusap kedua tangan sampai pergelangan tangan
  • Tidak ada syarat wajib harus berurutan
Cara bertayamum

Cara bertayamum

Membimbing Pasien untuk Sholat

Seorang perawat Muslim wajib mengingatkan pasiennya untuk melaksanakan sholat apabila telah tiba waktunya. Setelah mengingatkan waktu sholat, seorang perawat juga harus menanyakan apakah pasien tersebut perlu bimbingan mengenai cara-cara sholat saat sedang sakit.

Walaupun sedang sakit, Allah tetap memerintahkan hamba-Nya untuk tidak meninggalkan sholat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah At-Taghabun [64]:16 yang artinya, “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu” dan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, yang artinya, “Sholatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu maka sholatlah sambil duduk. Jika tidak mampu, sholatlah sambil berbaring miring. Jika tidak mampu maka sholatlah sambil berbaring telentang.”

Sholat sambil duduk

Sholat sambil duduk

Sholat sambil tidur miring

Sholat sambil tidur miring

Sholat sambil tidur telentang

Sholat sambil tidur telentang

Membimbing Pasien untuk Membaca Al-Qur’an

Sebagai seorang perawat Muslim, ajaklah pasien untuk membaca Al-Qur’an, terutama saat pasien sedang gelisah memikirkan penyakitnya. Berikan pengertian pada pasien bahwa lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat menghilangkan rasa gelisah dan rasa tidak tenangnya. Tunjukkan juga kepada pasien ayat-ayat mengenai hikmah sakit agar pasien tidak terpuruk karena penyakitnya dan termotivasi untuk sembuh.

Membimbing Pasien untuk Berdzikir dan Berdoa

Bimbinglah pasien untuk senantiasa berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah [2]:152 yang artinya “Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu”. Selain dengan membaca Al-Qur’an, ketenangan jiwa dan batin bisa diperoleh dengan cara berdzikir. Berdzikir mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya.

Perawat juga harus bisa membimbing pasien untuk selalu berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi penyakit serta agar diberikan kesembuhan. Perawat harus bisa mendoakan pasiennya. Doanya sebagaimana sudah tercantum di awal penjelasan.

Referensi:

http://qasamy.blogspot.com/2011/12/mengenal-lebih-jauh-tentang-neti-pots.html

http://carasholat.com/cara-tayammum-sesuai-sunnah-nabi/

Hand Out Format Ujian Praktek Rohis (Materi)

Softcopy Power Point Bimbingan Ibadah Bagi Pasien by Titis Kurniawan, S.Kp., MNS.

http://kesehatanmuslim.com/tetap-shalat-meskipun-kondisi-sakit/

http://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2014/12/17/35277/tiga-manfaat-utama-membiasakan-dzikir-kepada-allah.html

Tinggalkan komentar »

keperawatanreligionsitimaemunah

hidup adalah hak setiap manusia.

Keperawatan Religion

Sebagai manusia kita tidak perlu minta pangkat dan martabat, cukup minta selamat dunia akhirat, Insyaallah rezeki itu melekat.

Keperawatan Religion Agung

Bimbingan Sakaratul Maut bagi Klien Muslim